Banner
Kementerian Pendidikan
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik

Total Hits : 5697
Pengunjung : 492
Hari ini : 1
Hits hari ini : 27
Member Online : 0
IP : 54.80.140.29
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

ppws_online    yulianto_sri_utomo

Mobil Esemka Sudah Dipesan 2.000 Unit

Tanggal : 12/15/2012, 21:42:24, dibaca 6 kali.

TEMPO.CO, Solo - Mobil Esemka laris manis selama pameran Esemka di Solo Techno Park, Surakarta. Sudah ratusan orang mengisi formulir pesanan mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) dan pick up itu. "Selama pameran Esemka di Solo Techno Park, ada 500-an formulir pemesanan yang diisi," kata Humas PT Solo Manufaktur Kreasi, Dwi Budi Martono, di sela pameran, Senin, 12 November 2012.

Ada sebagian calon pembeli yang langsung menghubungi Direktur PT SMK Sulistyo Rabono atau penanggung jawab produksi Joko Sutrisno untuk memesan Esemka Rajawali atau Bima. Menurut Sulistyo, total ada sekitar 2.000 unit Esemka yang sudah dipesan. "Pemesan sudah komitmen untuk menyerahkan uang tanda jadi Rp 2 juta," ujarnya.

Selain tanda jadi, pemesan harus menyerahkan uang muka minimal 30 persen dari harga mobil. Sulistyo mengatakan harga jual Esemka Rajawali Rp 130-140 juta, sedangkan Esemka Bima tidak lebih dari Rp 80 juta. Dia menjanjikan inden mobil Esemka paling lama 6 bulan. "Kuartal pertama 2013, assembling line sudah selesai. Kemudian pada bulan ke-6, mobil sudah bisa diterima konsumen," katanya.

Rencananya produksi dilakukan di Solo Techno Park dan di tempat rekanan PT SMK di Cikarang, Bekasi. Untuk tahap awal, kapasitas produksi diperkirakan 10-20 unit per bulan. Nantinya kapasitas produksi akan ditingkatkan hingga menjadi minimal 200 unit per bulan.

Selain itu, ada rencana membangun pabrik perakitan di sekitar Solo. Saat PT SMK tengah mengincar lahan seluas 10 hektare di Boyolali. Jika lancar, ditargetkan pabrik perakitan di Boyolali bisa dibangun awal 2013 untuk membantu meningkatkan kapasitas produksi Esemka secara keseluruhan.

Sulistyo mengatakan, sebagian pemesan adalah kalangan pengusaha kecil menengah dan koperasi. Harga Esemka yang relatif terjangkau memungkinkan pengusaha kalangan ini mendapatkan mobil operasional untuk usaha.

UKKY PRIMARTANTYO 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas